Senin, 10 Maret 2014

Berlian Terselubung

Karya   :   Wahidah Dis Preeti

Semut-semut terselubung
Bersembunyi dibalik batu
Merangkai lubang gelap nan kedap
Membangun istana megah terselubung

Gemburnya tanah yang coklat
Hijaunya rumput bermahkota
Berkerling dan memikat
Bagai gugusan alam semesta

Biru menggelora memayungi taman
Gemerlap kehidupan nampak lebih tenang
Bersatu dengan alam
Hangat, ramah, dan riang

Sepasang mata berkilauan dari balik daun
Berlian terselubung mulai memanjat
Menjatuhkan tetesan air dari daun
Menjadi fatamorgana yang menggeliat

Sabtu, 08 Maret 2014

Guling dan Lampu

Karya   :   Wahidah Dis Preeti

Kuning tua menyala
Remang-remang berkelipan
Sekali-kali berbayang dua
Tertusuk oleh keheningan

Mengadu pada guling
Kupeluk ia dengan erat
Kali ini tak berkeling
Hanya sakit yang mencuat

Derai air mataku membasahinya
Tak sepatah katapun ia menyanggah
Aku tak mengerti dunia
Aku tak berarah

@WDPreeti

Kamis, 06 Maret 2014

Wanita dan Wanita

Karya   :   Wahidah Dis Preeti

Siapa yang menyakiti siapa
Siapa yang berebut dengan siapa
Siapa yang tega terhadap siapa
Siapa yang mengorbankan siapa
Siapa yang seharusnya mengerti siapa

Wanita dan wanita
Diciptakan dalam bentuk yang sama
Dianugerahi hati dan jiwa
Indah sebagai hiasan dunia
Bukti karya Tuhan yang Maha Kuasa

Namun miris
Seringkali hatiku teririris
Wanita dan wanita menangis
Saling menyakiti sesama jenis
Hati nuraninya bagai sudah terkikis

Waha wanita
Mengapa engkau tega terhadap sesama?
Penyebabnya seringkali harta dan pria
Jangan engkau lalai karena mereka
Jadilah wanita yang mulia

Wanita menyakiti wanita
Wanita berebut dengan wanita
Wanita tega terhadap wanita
Wanita mengorbankan wanita
Wanita seharusnya mengerti wanita

@WDPreeti

Puisi Bertuliskan Sandi Morse

--././.-../.-/.--./-.-/..-//

-.-/.-/.-./-.--/.-//   :   .--/.-/..../../-../.-/....//-../../...//.--./.-./././-/..//

--/./-./-/.-/.-./..//-..././.-./.-../.-/.-./..//--/./-./..-/.---/..-//-.../.-/.-./.-/-//
-.../..-/--/..//-/../--/..-/.-.//.-././-../..-/.--.//-/.-/-.-//-/./.-./.-/.../.-//..../.-/-./--./.-/-//
-/.-/-.-//-./.-/--/.--./.-/-.-//-.-./.-/..../.-/-.--/.-//-.--/.-/-./--.//--/./-./--./--././.-../../.-/-//
-/.-/-.-//-../.-/.--./.-/-//-../../-..././-../.-/-.-/.-/-.//-../../--/.-/-./.-//.-../.-/..-/-//-../../--/.-/-./.-//-../.-/.-./.-/-//
.-././--/.-/-./--.//.-././--/.-/-./--.//-.../..-/--/..//--/..-/.-../.-/..//--/./.-./.-/-.--/.-/.--.//
--/./-./--./--./.-/.--./.-/..//-.-./.-/.../.-/-.--/.-//-.../../-./-/.-/--.//.--././-./..-/....//..../.-/.-./.-/.--.//
.---/.-/.-./.-/-.-//--/./--/-.../..-/.-/-/-.-/..-//--/./.-.././-./-.--/.-/.--.//
-../../.../.-/-./.-//-.-/.-/..-//-.-././.-./.-/....//-../../.../../-./..//.-/-.-/..-//--././.-../.-/.--.//

Bedebah

Karya     :   Wahidah Dis Preeti

Kau keruk sebongkah kebahagiaan
Tak punya perasaan
Melenggang tak berbeban
Menjatuhkan penuh kehinaan
Membombardir ciptaan Tuhan
Hancur berserakan
Sakit membelenggu tak karuan
Jeritan bisu dalam kesakitan
Meluap-luap dengan tangisan
Luka maha pedih tak tertahan

Angkuhnya merengkah
Memicu amarah
Kesabaran mulai tergoyah
Muka kesal nan memerah
Habislah sudah senyuman cerah
Diam bukan berarti lemah
Dalam gelap mencoba mencari celah
Tak kenal pribahasa menyerah
Semangat menggebu tak mau kalah
Hancurkan bedebah!

@WDPreeti

Minggu, 02 Maret 2014

Festival Costum

       Hari ini aku bersama teman-teman sekelasku mengikuti acara Festival Costum di sekolah yang bertema akulturasi budaya. Kami berusaha mencari budaya dalam dan luar negeri yang akan kami akulturasikan, untuk itu kami sempat meminta pendapat kepada wali kelas. Kami tidak sempat mempersiapkan diri dari jauh hari karena kami memiliki tugas yang banyak dan sebagian terbilang berat. Untungnya pihak kesiswaan dan kurikulum memberikan izin pada hari Sabtu kemarin untuk kelas mana saja yang masih membutuhkan persiapan, tetapi waktunya ialah setelah istirahat pertama berakhir. Kami pun mulai berlatih, membuat koreografi, menentukan pakaian yang akan kami kenakan pada H-1, that's amazing! Anak-anak perempuan berusaha mencari tema yang costumnya dapat kami kenakan dengan jilbab yang syar'i. Di sela-sela latihan anak-anak laki-laki masih sempat bermain perang-perangan menggunakan karpet puzzle dan kelas menjadi seperti kapal pecah.
       Sore harinya setelah lelah latihan, kami pergi ke sebuah toko untuk membeli cat yang akan digunakan pada malam harinya untuk membuat properti, ternyata kami pergi ke toko cat yang salah, kami malah pergi ke toko cat mobil bukan cat tembok. Akhirnya kami mencari toko cat tembok sambil kehujanan. Butuh beberapa tangan untuk menyelesaikan properti dalam satu malam, oleh karena itu aku menginap di rumah Annisa untuk menyelesaikannya. Aku, Annisa, Sheilla, dan Mama Annisa membuat properti hingga sekitar pukul 24.00, karena Sheilla tidak enak badan, akhirnya dia pulang pada pukul 22.30 bersama ibunya. Sungguh hari itu menjadi hari yang sangat melelahkan.
       Pagi harinya Annisa membangunkanku hingga dua kali, aku bergegas untuk mandi sambil terkantuk-kantuk. Setelah itu kami berangkat ke sekolah diantar oleh Ayah Annisa. Saat giliran kami tampil, aku merasa bahwa kami seperti menjadi bahan tertawaan, mungkin karena costum kami yang terlalu sederhana dan aneh. Kami tidak berniat asal-asalan, tapi kami berusaha untuk menampilkan hasil jerih payah kami di sela-sela tugas yang terus membumbung tinggi. Walau apapun yang telah terjadi di hari ini namun Aku sangat berterimakasih kepada teman-teman kelasku yang sudah mau menyisihkan waktunya dan memutuskan urat malunya di acara Festival Costum. Selamat untuk kita semua.

Sabtu, 22 Februari 2014

Mesin Waktu

   Karya    :   Wahidah Dis Preeti        
Mesin waktu mengaung-ngaung
Mengingatkan sebuah kisah lalu
Aromanya semerbak kembali
Membuka sepotong hati yang tertinggal mati
Kilasan noda nampak jelas padanya
Berwarna redup layaknya terluka
Ada retakan dalam senyuman
Ada ketabahan dalam penantian
Mesin waktuku, berdebu.